Makassar, 11 Oktober 2025 – Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (PPMU Unhas) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, S.KM., M.Kes., M.Sc.PH. mempresentasikan laporan kemajuan program pengabdian dengan judul “Deteksi Dini dan Edukasi: Membangun Kesadaran Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Lapadde Parepare” dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) PPMU 2025 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin. Presentasi disampaikan oleh Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes. sebagai anggota tim pelaksana.
Program Multidisiplin dengan Pendekatan Komprehensif
Program pengabdian ini menerapkan pendekatan multidisiplin dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, khususnya dari bidang Epidemiologi dan Promosi Kesehatan. Target program mencakup masyarakat berisiko tinggi PTM berusia 35-70 tahun serta tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Lapadde, Kota Parepare.
Tiga Kunjungan dengan Capaian Signifikan
Kunjungan Pertama (19 Juni 2025)
Kunjungan perdana difokuskan pada perkenalan program dan penilaian awal. Kegiatan meliputi identifikasi masalah kesehatan lanjutan, pelaksanaan pre-test pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus dan hipertensi, serta pre-test kompetensi tenaga kesehatan. Program ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Puskesmas Lapadde, Andi Tenri Balobo, S.KM., M.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Rahmawati, S.KM., M.Kes., dan Kabid P2P, Edi Kusuma Suhardi, S.KM.
Kunjungan Kedua (11 Juli 2025)
Pada kunjungan kedua, tim berhasil mencapai tingkat partisipasi 100% dengan 30 peserta hadir dari target yang ditetapkan, meliputi kelompok Prolanis dan masyarakat umum. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini PTM, edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, serta konsultasi kesehatan individual.
Hasil menggembirakan dicapai dari kegiatan deteksi dini, di mana 49 kasus PTM berhasil diidentifikasi dan seluruhnya mendapat tindak lanjut. Hasil evaluasi edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat yang sangat signifikan, dari kategori pengetahuan “kurang” sebesar 20% menjadi 0%, kategori “cukup” menurun dari 63,3% menjadi 6,7%, dan kategori “baik” meningkat drastis dari 16,7% menjadi 93,3%.
Kunjungan Ketiga (20 September 2025)
Kunjungan ketiga memfokuskan pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari 4 penanggung jawab program, 8 staf program, 5 kader kesehatan, dan 3 penanggung jawab Prolanis. Materi pelatihan mencakup Manajemen Data PTM yang disampaikan oleh Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes., serta Promosi Kesehatan Digital yang dibawakan oleh Dr. Shanti Riskiyani, S.KM., M.Kes. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan pada kedua bidang pelatihan.
Capaian Luaran Program

Program ini telah menghasilkan berbagai luaran sesuai target yang ditetapkan:
Publikasi Ilmiah:
- Artikel pertama berjudul “Edukasi dan Deteksi Dini: Membangun Kesadaran Pencegahan Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Lapadde Kota Parepare” telah disubmit ke Jurnal Panrita Abdi (Sinta 4) pada 21 Juli 2025 dan saat ini menunggu reviewer kedua
- Artikel kedua berjudul “Improving Health Workers Competencies at Lapadde Primary Health Center, Parepare” telah disubmit ke Jurnal Pengabdian Masyarakat dalam Kesehatan pada 30 September 2025 dan sedang menunggu review
Publikasi Media:
- Tiga artikel berita online telah diterbitkan di media Narasi Media untuk mendokumentasikan setiap tahapan kegiatan
- Video audio-visual sedang dalam proses editing
- Poster visual telah selesai dibuat
Tantangan dan Solusi
Dalam pelaksanaannya, tim menghadapi beberapa kendala seperti penyesuaian jadwal dan koordinasi tim, keterbatasan ruang untuk mengakomodasi 30 peserta, serta tantangan dalam menjangkau masyarakat di luar kelompok Prolanis. Tim menerapkan berbagai solusi adaptif, termasuk fokus pada kelompok Prolanis yang sudah memiliki kesadaran kesehatan, penjadwalan fleksibel dengan koordinasi intensif, pembagian sesi pemeriksaan untuk optimalisasi pelaksanaan, dan pendekatan personal melalui kader kesehatan.
Dampak dan Keberlanjutan
Program ini menunjukkan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan PTM, serta memperkuat kompetensi tenaga kesehatan dalam manajemen data dan promosi kesehatan digital. Deteksi 49 kasus PTM pada tahap awal menunjukkan pentingnya program deteksi dini dalam upaya pengendalian PTM di tingkat komunitas. Melalui program PPMU ini, Universitas Hasanuddin terus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Parepare.



