Center for Epidemiology and Population Health Studies (CEPHS) bersama PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melaksanakan program pendampingan kesehatan komunitas yang komprehensif sepanjang tahun 2025. Program ini merupakan implementasi konkret dari rekomendasi Health Impact Assessment (HIA) 2024, yang bertujuan memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular maupun tidak menular di wilayah operasional PHM.

Cakupan Wilayah dan Sasaran
Kegiatan pendampingan ini mencakup wilayah Balikpapan Base Office serta area swamp meliputi SPS, HCA, SPU, CPU, dan NPU, termasuk kantor-kantor penyedia jasa di sekitar lokasi operasional. Dengan jangkauan geografis yang luas, program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi kesehatan masyarakat pekerja dan komunitas sekitar.
Fokus Program
Program memberikan perhatian khusus pada penanganan penyakit tidak menular yang menjadi tantangan kesehatan utama seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), adiksi rokok, dan kesehatan mental remaja. Upaya pencegahan dan pengendalian juga diarahkan pada penyakit menular prioritas seperti tuberkulosis (TB), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Demam Berdarah Dengue (DBD), HIV/AIDS, diare, dan malaria.
Sebagai penunjang, program ini juga mengintegrasikan berbagai inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) meliputi penyediaan transportasi kesehatan, peningkatan akses air bersih, pengembangan fasilitas kesehatan primer, dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pendekatan Komprehensif
Program ini dirancang dengan pendekatan holistik yang dimulai dari perencanaan strategis melalui analisis situasi kesehatan komunitas yang mendalam, identifikasi masalah prioritas, penentuan sasaran intervensi yang terukur, hingga penyusunan indikator keberhasilan yang jelas. Pelaksanaan intervensi berbasis bukti disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan lokal, dengan mengedepankan deteksi dini dan edukasi kesehatan yang tepat sasaran.
Evaluasi rutin dilakukan untuk mengukur efektivitas intervensi melalui pelaporan capaian, analisis dampak program, identifikasi kendala, dan pengumpulan umpan balik dari masyarakat. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, strategi program terus diperbaiki dan disesuaikan, termasuk penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Komitmen pada Standar Keselamatan dan Mutu
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip K3LL (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan). Program ini memastikan kepatuhan penuh terhadap regulasi keselamatan kerja, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), pelaksanaan Medical Check-Up (MCU) dengan standar Fit to Work, serta sistem pelaporan insiden yang transparan. Sistem Quality Management diterapkan sesuai standar internasional dengan manajemen proyek profesional, pelaporan kemajuan yang terstruktur, evaluasi kinerja bulanan, dan pencapaian Key Performance Indicator (KPI) minimal 60%.
Dampak dan Keberlanjutan
Program pendampingan ini tidak hanya fokus pada intervensi jangka pendek, namun juga membangun kapasitas komunitas melalui penguatan peran kader kesehatan lokal. Dengan pendekatan yang terukur dan akuntabel, diharapkan tercipta sistem kesehatan komunitas yang mandiri dan berkelanjutan di wilayah operasional PT Pertamina Hulu Mahakam. Kolaborasi strategis antara CEPHS dan PHM ini menjadi model best practice dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial perusahaan dengan pembangunan kesehatan masyarakat berbasis bukti ilmiah
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini, silakan hubungi:
Center for Epidemiology and Population Health Studies (CEPHS)
Website: https://trg.unhas.ac.id/press-ncd/



