Makassar, 3 Desember 2024 – Tim Peneliti Thematic Research Group (TRG) Prevention Strategies for Non-Communicable Diseases (Press-NCD) Universitas Hasanuddin yang diketuai oleh Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, M.Sc.PH, telah menyelesaikan penelitian penting tentang pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) pada masyarakat pesisir Kota Makassar. Pencapaian penelitian ini dipresentasikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Akhir Pembiayaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin yang berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025 pukul 08.00-10.00 WITA di Ruang Rapat A (103) Gedung LPPM Unhas. Penelitian ini berhasil mengembangkan dan memvalidasi model WHO STEPwise yang diadaptasi khusus untuk konteks wilayah pesisir Indonesia.
Inovasi Model Pengendalian PTM Terintegrasi
Penelitian yang melibatkan 138 responden dari lima wilayah pesisir Makassar ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Tim TRG Press-NCD merancang model STEPwise yang terintegrasi dengan modul WHO, target Sustainable Development Goals (SDGs), dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan efektivitas implementasi di lapangan.
“Model ini dirancang khusus dengan mempertimbangkan karakteristik unik masyarakat pesisir yang memiliki pola hidup, diet, dan paparan risiko kesehatan yang berbeda dari populasi perkotaan pada umumnya,” jelas tim peneliti TRG Press-NCD.
Presentasi dalam Monev Akhir LPPM Unhas 2025
Tim TRG Press-NCD mempresentasikan hasil penelitian ini dalam forum Monitoring dan Evaluasi Akhir Pembiayaan LPPM Unhas 2025 yang diselenggarakan pada 2-3 Desember 2025. Sesuai undangan resmi dengan nomor 06067/UN4.1.7/PT.01.09/2025 tertanggal 28 November 2025, tim penelitian dipimpin oleh Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, M.Sc.PH sebagai Ketua TRG mendapat alokasi waktu presentasi maksimal 10 menit untuk memaparkan progress penelitian serta capaian luaran yang telah dijanjikan.
Dalam presentasi menggunakan 3-5 slide sebagaimana ketentuan LPPM, tim menyampaikan capaian lengkap penelitian mulai dari tahap perancangan model, pengumpulan data lapangan di lima kelurahan pesisir Makassar dengan 138 responden, hingga analisis statistik menggunakan Structural Equation Modeling yang menghasilkan tingkat kesesuaian model sangat baik (CFI=0.994). Kegiatan monev ini menjadi wadah penting bagi tim peneliti untuk mendapatkan masukan dari reviewer dan stakeholder akademik untuk pengembangan penelitian lebih lanjut.
Temuan Penelitian Signifikan
Menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM), penelitian ini mengidentifikasi jalur-jalur risiko PTM yang sangat signifikan pada populasi pesisir:
- Faktor Perilaku → Kondisi Fisiologis (β=0.558): Menunjukkan bahwa perilaku kesehatan seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok memiliki pengaruh kuat terhadap kondisi fisiologis seperti tekanan darah dan indeks massa tubuh.
- Faktor Perilaku → Parameter Biokimia (β=0.265): Mengindikasikan dampak langsung perilaku terhadap profil biokimia termasuk kadar gula darah dan kolesterol.
- Kondisi Fisiologis → Parameter Biokimia (β=0.567): Membuktikan bahwa perubahan kondisi fisiologis berpengaruh signifikan terhadap biomarker PTM.
Yang lebih menggembirkan, model ini menunjukkan tingkat kesesuaian (model fit) yang sangat baik dengan Comparative Fit Index (CFI) mencapai 0.994, yang mengindikasikan bahwa model WHO STEPwise yang telah diadaptasi sangat valid untuk diterapkan di wilayah pesisir.
Implementasi STEPwise: Pendekatan Bertahap untuk Pencegahan PTM
Model WHO STEPwise yang diadaptasi tim TRG Press-NCD menggunakan pendekatan tiga langkah (step) dalam surveilans PTM:
- STEP 1: Pengumpulan informasi tentang faktor risiko perilaku melalui kuesioner
- STEP 2: Pengukuran fisik sederhana seperti tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah
- STEP 3: Pemeriksaan biokimia untuk mengukur kadar glukosa darah dan lipid
Pendekatan bertahap ini memungkinkan fleksibilitas dalam implementasi sesuai dengan kapasitas dan sumber daya yang tersedia di fasilitas kesehatan pesisir.
Implikasi untuk Kebijakan Kesehatan Masyarakat
Hasil penelitian ini memberikan landasan evidence-based untuk pengembangan kebijakan pengendalian PTM yang lebih tepat sasaran di wilayah pesisir. Model yang telah divalidasi ini dapat menjadi acuan bagi puskesmas dan dinas kesehatan dalam merancang program intervensi PTM yang efektif.
Mengingat PTM seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, adaptasi model WHO STEPwise untuk konteks lokal menjadi sangat krusial dalam upaya pencapaian target SDGs, khususnya SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan.
Diseminasi dan Publikasi Ilmiah
Penelitian yang didukung oleh pembiayaan LPPM Universitas Hasanuddin ini telah menghasilkan berbagai luaran berkualitas. Tim TRG Press-NCD telah mempresentasikan hasil penelitian ini dalam International Conference of Oendemic and Special Disease Collaboration of Public Health (ICOS-PH) dan terus mengembangkan naskah publikasi untuk jurnal-jurnal internasional bereputasi tinggi. Saat ini, artikel penelitian sedang dalam proses review di Frontiers in Public Health (Q1 journal) dan telah disubmit ke beberapa konferensi dan jurnal lainnya.
Penelitian ini juga telah menghasilkan luaran berupa materi diseminasi, modul pelatihan, dan rekomendasi kebijakan yang dapat dimanfaatkan oleh stakeholder kesehatan di tingkat daerah. Dukungan LPPM Unhas dalam pembiayaan penelitian ini terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah di bidang kesehatan masyarakat.
Langkah Selanjutnya
Tim TRG Press-NCD Unhas akan terus mengembangkan penelitian lanjutan untuk memperluas cakupan model ini ke wilayah pesisir lainnya di Indonesia Timur. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, puskesmas, dan organisasi masyarakat akan diperkuat untuk memastikan model ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Tim peneliti menyampaikan apresiasi kepada LPPM Universitas Hasanuddin atas dukungan pembiayaan penelitian yang telah memungkinkan terlaksananya riset berkualitas ini. Komitmen LPPM dalam mendorong riset unggulan berbasis kebutuhan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penelitian ini.



