Wajo – Sebuah penelitian disertasi doktor yang inovatif dengan judul Implikasi Health Literasi Community Based Cultural Detailer Terhadap Pencegahan Stroke Pada Penderita Hipertensi Suku Bugis di Pesisir Danau Tempe telah dilaksanakan. Penelitian ini mengkaji implikasi Health Literacy Community-Based Cultural Tailored (HLCBCT) terhadap pencegahan stroke pada penderita hipertensi Suku Bugis. Penelitian ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset, dan menunjukkan pendekatan baru yang mengintegrasikan literasi kesehatan dengan kearifan budaya lokal.
Latar Belakang Penelitian
Wilayah pesisir Danau Tempe menghadapi tantangan serius dalam pengendalian hipertensi dan pencegahan stroke. Data menunjukkan tren peningkatan kasus dari tahun ke tahun, dengan prevalensi hipertensi yang terbilang tinggi di wilayah ini. Beberapa faktor utama yang menjadi tantangan meliputi:
- Rendahnya literasi kesehatan masyarakat
- Kuatnya pengaruh budaya lokal dalam persepsi kesehatan
- Keterbatasan akses layanan kesehatan
Data pelayanan kesehatan dari Puskesmas Tanasitolo dan Puskesmas Liu turut memperkuat bahwa wilayah pesisir Danau Tempe membutuhkan intervensi pencegahan stroke yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan konteks sosial budaya setempat.
Tujuan dan Kebaharuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menilai implikasi HLCBCT terhadap pencegahan stroke pada penderita hipertensi Suku Bugis. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi makna hipertensi dalam perspektif budaya serta menilai tingkat literasi kesehatan masyarakat setempat.
Kebaharuan penelitian ini terletak pada penggabungan literasi kesehatan dengan pendekatan berbasis komunitas dan budaya lokal Suku Bugis. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman kesehatan, tetapi juga menyesuaikan strategi pencegahan stroke pada penderita hipertensi dengan nilai dan kearifan lokal masyarakat.
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan mixed method yang dilaksanakan secara bertahap:
Tahun Pertama
Fokus penelitian diarahkan pada:
- Eksplorasi kualitatif: Menggali makna hipertensi dalam perspektif budaya lokal
- Penilaian literasi kesehatan: Mengukur tingkat literasi kesehatan penderita hipertensi
Tahapan ini menjadi dasar pengembangan modul intervensi yang akan dilanjutkan pada tahun berikutnya.
Pendekatan Penelitian
- Pendekatan kualitatif: Menggali makna hipertensi dari sudut pandang masyarakat
- Pendekatan kuantitatif: Mengukur tingkat literasi kesehatan pada penderita hipertensi di wilayah pesisir Danau Tempe
Hasil Penelitian
Penelitian ini menghasilkan temuan penting yang menunjukkan bahwa:
- Makna hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi:
- Persepsi masyarakat lokal
- Faktor risiko yang dipahami
- Manajemen penyakit berbasis budaya
- Dukungan sosial dan keluarga
- Nilai-nilai budaya Suku Bugis
- Tantangan layanan kesehatan
- Mayoritas responden berada pada tingkat literasi kesehatan sedang, yang menjadi modal penting dalam upaya pencegahan stroke di masa mendatang.
Luaran Penelitian
Penelitian disertasi doktor ini telah menghasilkan beberapa luaran akademik berkualitas:
- Artikel ilmiah yang sedang dalam proses review pada jurnal terindeks Scopus
- Buku ber-ISBN mengenai manajemen hipertensi dan stroke berbasis literasi kesehatan
Kedua luaran ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan program pencegahan penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia, khususnya di wilayah dengan karakteristik sosial budaya yang khas.
Implikasi dan Keberlanjutan
Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pencegahan stroke yang berbasis budaya lokal. Pendekatan HLCBCT yang dikembangkan dapat diadaptasi untuk komunitas lain dengan mempertimbangkan konteks budaya setempat, menjadikan intervensi kesehatan lebih efektif dan berkelanjutan.
Tentang Peneliti
Penelitian disertasi doktor ini dilaksanakan oleh Ruslang di bawah bimbingan Prof. Dr. Ridwan Amiruddin sebagai promotor. Penelitian ini didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset, dan merupakan bagian dari upaya kolaboratif Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan kualitas pencegahan penyakit tidak menular di Indonesia.
Video hasil penelitian: https://drive.google.com/file/d/14rDxgJkB9tuCb3gdrY0QFdvglfB8JA3q/view



