Palu, 4 Oktober 2025 – Guru Besar Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, MScPH, menjadi narasumber utama dalam Kuliah Pakar bertema “Trend Digital Health Science dan Society 5.0: Peluang dan Tantangannya” yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (UNTAD).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung C Pascasarjana UNTAD ini dibuka oleh Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNTAD, Prof. Dr. Rosmala Nur, SKM, M.Si, dengan dipandu oleh Koordinator Program Studi, Prof. Dr. Jamaludin Sakung, M.Kes. Acara dihadiri oleh mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat, dosen pengajar, serta praktisi kesehatan dari lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNTAD.
Dalam paparannya, Prof. Ridwan Amiruddin menyampaikan wawasan mendalam mengenai transformasi digital dalam bidang kesehatan dan peluang penerapan teknologi untuk mendukung surveilans, promosi kesehatan, dan pengendalian penyakit di era Society 5.0. Konsep Society 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat inovasi berbasis teknologi, sehingga integrasi teknologi digital dalam sistem kesehatan masyarakat menjadi semakin penting.
Kuliah pakar ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan ilmu kesehatan di era digital, mengidentifikasi peluang penerapan teknologi, serta mendorong diskusi akademik mengenai tantangan etika, kebijakan, dan implementasi teknologi dalam kesehatan masyarakat.
Diskusi interaktif yang berlangsung menghasilkan pemahaman baru tentang tantangan kebijakan dan etika dalam penerapan sistem digital di dunia kesehatan. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi akademik antara Universitas Hasanuddin dan Universitas Tadulako, sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa dalam mengintegrasikan teori epidemiologi dengan praktik inovatif di era digital.
Antusiasme tinggi dari peserta menunjukkan relevansi tema yang diangkat dengan kebutuhan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia dalam menghadapi transformasi digital.



