MAKASSAR – Forum Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (Formakesmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menggelar Diskusi Publik bertajuk “Optimalisasi Kebijakan: Membangun Kampus Sehat Tanpa Rokok” pada Selasa, 12 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di Lantai 2 FKM Unhas mulai pukul 08.00 WITA ini menghadirkan pemangku kebijakan dan pakar lintas sektor untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat, produktif, dan bebas asap rokok.
Momentum Strategis Penguatan Kebijakan Kampus Sehat
Diskusi publik ini menjadi ruang dialog strategis untuk mengakselerasi implementasi kebijakan kampus sehat yang lebih terarah dan berkelanjutan. Kegiatan ini sejalan dengan upaya nasional dalam pengendalian tembakau dan penciptaan lingkungan kampus yang mendukung kesehatan civitas akademika.
Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, Ph.D., memberikan sambutan pembuka yang menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mewujudkan kampus sehat tanpa rokok sebagai bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan tinggi terhadap kesehatan masyarakat.
Narasumber Kompeten dari Berbagai Bidang
Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dengan keahlian yang saling melengkapi:
- Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K) – Wakil Rektor Bidang I Unhas, yang akan memberikan perspektif kebijakan institusi dalam implementasi kampus sehat tanpa rokok.
- Prof. Dr. Ridwan, SKM, MKes., MSc.PH – Director Hasanuddin CONTACT (Center for Tobacco Control), pakar epidemiologi yang memiliki pengalaman luas dalam penelitian pengendalian tembakau dan kesehatan masyarakat.
- Dr. Mugi Wahidin, SKM, M.Epid – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang akan membagikan temuan riset terkini tentang dampak rokok dan strategi pengendaliannya di tingkat nasional.
- Apriliani Mustirah – Koordinator Divisi Kajian dan Advokasi Formakesmas FKM Unhas, yang akan menyampaikan perspektif mahasiswa dan strategi advokasi kebijakan di tingkat kampus.
Diskusi dipandu oleh Pilsa Nurul Azisa sebagai moderator dari Pengurus Formakesmas FKM Unhas.
Urgensi Kampus Tanpa Rokok
Inisiatif kampus tanpa rokok merupakan respons terhadap tingginya prevalensi perokok di Indonesia dan dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh paparan asap rokok, baik bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter generasi muda memiliki peran strategis dalam memberikan keteladanan dan menciptakan norma sosial yang mendukung gaya hidup sehat.
Kebijakan kampus sehat tanpa rokok tidak hanya berdampak pada penurunan prevalensi merokok di kalangan civitas akademika, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas akademik, pengurangan biaya kesehatan, dan penciptaan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Partisipasi Terbuka untuk Publik
Diskusi publik ini terbuka untuk mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat umum yang peduli terhadap isu kesehatan dan pengendalian tembakau. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk penguatan kebijakan dan implementasi kampus sehat tanpa rokok yang lebih efektif di Universitas Hasanuddin dan institusi pendidikan tinggi lainnya.



