Kunjungan Tim Pakar Untirta ke UNHAS: Mendorong Hilirisasi Riset Tongue Smart Elektromiografi
Makassar, 10 Oktober 2025 – Universitas Hasanuddin (UNHAS) melalui Tim Kepakaran dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menggelar Diskusi Tim Kepakaran Alat Tongue Smart Elektromiografi (EMG) pada hari Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan riset kolaboratif dan pengembangan inovasi alat kesehatan berbasis teknologi elektromiografi.
Kegiatan diskusi dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Alimuddin, ST., MM., MT. selaku Ketua Tim Pakar, dengan Ahmad Ramadhani, S.ST., M.T. sebagai anggota yang bertanggung jawab dalam kajian teknis alat dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA). Acara ini turut menghadirkan tim inventor Tongue Smart Elektromiografi yang diketuai oleh Prof. Dr. Muh. Harun Achmad, M.Kes., Sp.KGA., Subsp.KKA(K), FSASS, dengan anggota terdiri atas Prof. Dr. Eng. Intan Sari Areni, S.T., MT., Prof. Dr. drg. Sherly Horax, MS., Prof. Dr. dr. Aidah Juliaty A. Baso, Sp.A(K), Sp.GK, serta Dr. Hj. Sri Ramadany, M.Kes.
Pengenalan Teknologi Tongue Smart Elektromiografi
Elektromiografi (EMG) atau elektromiogram merupakan metode pemeriksaan yang berfungsi mengukur aktivitas listrik otot dan saraf yang mengontrolnya. Pemeriksaan ini digunakan untuk mendiagnosis gangguan pada otot, saraf, maupun keduanya. EMG terbagi menjadi dua jenis, yaitu invasif dan non-invasif (surface EMG/sEMG).
Alat Tongue Smart Elektromiografi termasuk dalam kategori surface EMG (sEMG), yang bekerja secara non-invasifdengan menggunakan elektroda permukaan untuk mendeteksi sinyal listrik otot. Alat ini mampu mengukur aktivitas otot bibir, lidah, temporalis, dan masseter, serta menghasilkan data akurat melalui konduksi elektrolitik antara kulit dan sensor permukaan tanpa prosedur penusukan jarum.
Tujuan dan Kegunaan Alat
Tujuan utama pengembangan alat ini adalah untuk menilai aktivitas kontraksi otot orofasial seperti orbikularis oris, lidah, masseter, dan temporalis secara kuantitatif dengan menggunakan sEMG dan sensor tekanan. Hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan mikrovolt (µV) dan Pascal (Pa).
Secara fungsional, alat Tongue Smart Elektromiografi digunakan untuk:
- Kuantifikasi fungsi neuromuskular orofasial secara objektif melalui pengukuran kekuatan dan kualitas kerja otot, sehingga penilaian tidak lagi bersifat subjektif.
- Deteksi dini disfungsi otot dan pemetaan risiko maloklusi, dengan menilai keseimbangan gaya antara bibir, lidah, dan pipi yang memengaruhi posisi gigi serta pertumbuhan rahang.
Melalui parameter seperti rerata, puncak, RMS, dan indeks kelelahan, alat ini dapat memberikan profil fungsi otot yang dapat dibandingkan antarsesi, antarkelompok usia, maupun kondisi klinis yang berbeda.
Jalannya Diskusi dan Demonstrasi Alat
Diskusi yang berlangsung di lingkungan Universitas Hasanuddin ini diawali dengan pemaparan materi dan pengenalan alat oleh tim inventor, dilanjutkan dengan demonstrasi penggunaan alat Tongue Smart EMG secara langsung. Para peserta mendapatkan penjelasan teknis mengenai prinsip kerja, fungsi sensor, dan potensi penerapan alat dalam dunia klinis maupun pendidikan kedokteran gigi.
Kegiatan ini berjalan interaktif dan konstruktif, dengan berbagai masukan dari Tim Pakar UNTIRTA mengenai aspek teknis, desain sensor, hingga peluang pengembangan riset lanjutan. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi untuk menghadirkan inovasi teknologi kesehatan berbasis riset ilmiah.
Dalam proses penilaian, Tim Pakar memberikan telaah komprehensif terhadap berbagai aspek, mulai dari kelayakan teknis dan potensi pasar, hingga legalitas, pembiayaan, dan strategi hilirisasi produk.
Ketua Tim Pakar, Prof. Alimuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan inovasi untuk masuk ke tahap hilirisasi.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap hasil riset unggulan dari perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi produk yang siap pakai, aman, dan memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.



Kunjungan Tim Pakar ke RSGM dan penggunanaan alat
Kunjungan team pakar dilanjutkan ke RSGM sebagai sasaran pengguna alat, terutama penggunaaannya pada pasien tumbuh kembang anak oleh para dokter residen ilmu kedokteran gigi anak.
Dalam kegiatan yang berlangsung di RSGM ini, tim inventor dan tim pakar tampak melakukan peninjauan serta demonstrasi alat inovatif bernama Tongue Smart Elektromiografi (EMG). Alat tersebut sedang diuji coba oleh dokter residen ilmu kedokteran gigi anak kepada seorang pasien sebagai bagian dari kegiatan penelitian dan pelatihan klinis.
Pasien yang menjadi subjek percobaan tampak kooperatif dan tenang selama proses berlangsung. Alat Tongue Smart Elektromiografi (EMG) ini diketahui berfungsi untuk menganalisis aktivitas otot lidah dan wajah, yang diharapkan dapat menjadi inovasi baru dalam pengembangan teknologi diagnostik di bidang kedokteran gigi anak.
Kegiatan tersebut mencerminkan suasana akademik yang aktif dan kolaboratif, dengan semangat para peserta dalam mengembangkan riset dan teknologi kedokteran gigi berbasis evidence dan inovasi.

Penutup
Melalui diskusi ini, diharapkan kerja sama antara Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan tim inventor Tongue Smart Elektromiografi dapat terus berlanjut dalam bentuk riset terapan, pengujian klinis, serta pengembangan produk inovatif di bidang neuromuskular dan ortodontik. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen antar Universitas dalam mendukung transformasi riset dan inovasi menuju kemandirian teknologi kesehatan nasional.
Publikasi Ilmiah Terkait Tongue Smart Elektromiografi
Beberapa hasil penelitian terkait Tongue Smart Elektromiografi telah dipublikasikan dan dapat diakses melalui tautan berikut:
- Detection of Lip, Tongue, Masseter, and Temporalis Muscle Contractions Using Electromyography Tools as an Early Diagnostic Medium for Dentoalveolar Malocclusion
https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrOtuKGWetoP0UMszpXNyoA;_ylu=Y29sbwNncTEEcG9zAzEEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1761463942/RO=10/RU=https%3a%2f%2fwww.thieme-connect.com%2fproducts%2fejournals%2fpdf%2f10.1055%2fs-0044-1795124.pdf/RK=2/RS=R3LD0SuYc491zyXhJFMhHcF7cy0- - Dentoalveolar changes and transverse discrepancies through the treatment of
class II division 1 malocclusion in children using a twin block device
https://drive.google.com/file/d/1QHu_yU-QRoWtfY-tymwHTirVOEy2VvD4/view?usp=sharing - Detection of Temporomandibular Muscle Disorders in
Children. Development of Android-Based
Electromyography Tools (EMG Dentosmart)
https://drive.google.com/file/d/1WAbXtqWSOCAHneX_HuFUVdXqGCnhim8F/view?usp=sharing
Â
Gambar Alat Tongue Smart Elektromiografi






