PERAN EKSTRAK TANAMAN SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH DALAM MEMACU PRODUKSI UMBI MINI KENTANG (Solanum tuberosum L.)
Ekstrak tanaman sebagai zat pengatur tumbuh sangat dibutuhkan karena dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa organik yang memiliki kemampuan untuk mengatur pertumbuhan tanaman. Beberapa zat pertumbuhan alami diperoleh melalui proses fermentasi yang bisa ditambahkan ke dalam jaringan tanaman. Ada beberapa jenis zat pertumbuhan tanaman yaitu auksin, sitokinin, giberelin, etilen dan asam absisat. Invensi ini berhasil melakukan proses ekstraksi tanaman jagung manis, air kelapa, kecambah kacang hijau, pisang ambon, buncis, dan bawang merah. Zat pengatur tumbuh dari ekstrak tanaman (5 ppm), NAA (0,2 ppm), dan 2,4 D (10 ppm) diaplikasikan pada bibit kentang dan produksi umbi mini pada sistem aeroponik. Penyemperotan dilakukan seminggu setelah tanam dengan interval penyemprotan sekali seminggu. Analisis dilakukan terhadap komponen pertumbuhan yaitu pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar, dan komponen produksi yaitu jumlah umbi pertanaman, produksi umbi pertanaman, berat per umbi, diameter umbi serta panjang umbi. Analisis kandungan zat pengatur tumbuh dilakukan terhadap auksin, sitokinin, dan giberelin yang terdapat dalam ekstrak tanaman yang menghasilkan dua ekstrak tanaman yang memberikan pertumbuhan tanaman dan produksi umbi mini kentang pada sistem aeroponik lebih baik daripada aplikasi ZPT sintetik (NAA dan 2,4 D) serta air yaitu ekstrak jagung muda dan air kelapa.

