Meningkatkan Ketahanan Kakao Petani Kecil terhadap Perubahan Iklim

Sistem budidaya kakao yang adaptif terhadap perubahan iklim menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.

Melalui artikel berjudul “Multistrata shade structures soil–leaf–physiology coupling and enhances climate resilience in smallholder cacao hedgerows”, tim peneliti mengkaji peran struktur naungan multistrata dalam sistem budidaya kakao.

Penelitian ini melibatkan Darmawan Risal, Risma Neswati, Muh Jayadi, Ifayanti Ridwan, Baharuddin, Sartika Laban, dan Novaty Eny Dungga.

Artikel tersebut diterbitkan pada Agroforestry Systems, Volume 100, Article Number 98, tahun 2026.

Penelitian ini menyoroti keterkaitan antara tanah, daun, dan proses fisiologis tanaman serta bagaimana struktur naungan multistrata dapat mendukung ketahanan tanaman kakao petani kecil terhadap kondisi iklim yang berubah. Hasil penelitian ini memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui pengembangan sistem pertanian yang produktif dan berkelanjutan, SDG 13 (Climate Action) melalui peningkatan adaptasi dan ketahanan sistem budidaya terhadap perubahan iklim, serta SDG 15 (Life on Land) melalui penerapan sistem agroforestri yang mendukung pengelolaan lahan dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Penelitian ini juga merupakan bagian dari Thematic Research Group (TRG) Sub-Optimal Land Agriculture, yang berfokus pada pengembangan pendekatan dan teknologi pertanian berkelanjutan pada lahan suboptimal, termasuk melalui optimalisasi interaksi tanaman, tanah, dan lingkungan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus ketahanan ekosistem pertanian.