
Researcher: Tritia Kurniati (s1)
Research Theme Description:
The bodies and identities of women with disabilities are entitled to equal social acceptance without conditions; however, their existence is often exploited by the beauty industry. This study analyzes advertising campaigns from five beauty brands in Indonesia—Pond's, KULA, Scarlett, Luxcrime, and Wardah. The focus of this research lies in the disciplining of disabled bodies through two key aspects. First, persons with disabilities are reduced to inspiration porn, serving merely as objects of pity to evoke market sympathy. Second, they are expected to become aesthetic laborers, altering their appearance in order to have their existence validated. This study exposes the practice of woke-washing, in which brands actively display diversity for profit while neglecting to create structural change. This research aligns with the Disability Research Group (DRG) in challenging ableism and advocating for the bodily autonomy rights of persons with disabilities.

Researcher: Hasbullah (S3)
Uraian Tema Penelitian:
Meskipun regulasi kepemiluan hingga aspek teknisnya di Indonesia semakin inklusif namun tingkat partisipasi politik kelompok disabilitas justru mengalami penurunan. Hal ini tergambar dalam data hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2024 justru mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pemilihan pada tahun 2018: dari 54,28% turun menjadi 50,23%. Sementara pada aspek kepesertaan kedua pemilihan ini menunjukkan hasil serupa, yakni tidak ada disabilitas yang menjadi peserta. Penelitian ini berusaha menyelidiki akar hambatan serta tantangan yang dihadapi kelompok disabilitas dalam rangka merumuskan jalan perbaikan. Dengan menggunakan perspektif Foucaultian dan Axel Honneth, penelitian ini melihat dialektika setiap elemen dalam formasi diskursus disabilitas dalam konteks pilkada. Urgensi penelitian ini adalah mengisi kekosongan data empiris yang juga kuat secara teoritik berdasarkan perspektif sosiologi kritis. Relevan dengan DRG karena mengusung riset inklusif dan berpihak pada hak disabilitas untuk mendapat ruang hidup yang lebih adil.

Researcher: Ida Ariaty Said (S2)
Uraian tema penelitian
Penyandang disabilitas berhak atas informasi seksualitas dan layanan kesehatan seksual, namun akses mereka terhambat stigma, tabu, dan minimnya pendidikan inklusif. Penelitian ini menggali bagaimana penyandang disabilitas belajar seksualitas sepanjang hayat dari keluarga, sekolah, teman, komunitas, media, dan pengalaman pribadi. Dengan perspektif interseksional, penelitian melihat irisan disabilitas, gender, kelas, daerah asal, dan agama. Urgensi: mengisi kekosongan data empiris di Indonesia. Relevan dengan DRG karena mengusung riset inklusif dan berpihak pada hak penyandang disabilitas atas tubuh dan pengetahuannya.

Researcher: Junaidi (S1)
Uraian Tema Penelitian:
Penyandang disabilitas visual memiliki hak untuk mengendalikan tubuh mereka, tetapi hak mereka atas tubuh mereka sering kali dirampas oleh orang-orang terdekat mereka, termasuk keluarga mereka, karena stigma yang menganggap mereka tidak mampu mengurusi tubuh sendiri. Penelitian ini menggali bagaimana disabilitas visual memahami tubuh sendiri dan mempresentasikannya dengan atau tanpa campur tangan orang lain. Dengan perspektif interseksional, penelitian melihat irisan disabilitas, gender, kelas sosial, daerah asal, dan agama.

Researcher: Tiara Ramadhani Sinjar (s1)
Uraian Tema Penelitian:
Penyandang disabilitas visual memiliki hak untuk mengendalikan tubuh mereka, tetapi hak mereka atas tubuh mereka sering kali dirampas oleh orang-orang terdekat mereka, termasuk keluarga mereka, karena stigma yang menganggap mereka tidak mampu mengurusi tubuh sendiri. Penelitian ini menggali bagaimana disabilitas visual memahami tubuh sendiri dan mempresentasikannya dengan atau tanpa campur tangan orang lain. Dengan perspektif interseksional, penelitian melihat irisan disabilitas, gender, kelas sosial, daerah asal, dan agama.


