STRATEGI MENURUNKAN INDEKS RISIKO INTEGRITAS RISET KAMPUS

Authored by: Halmar Halide

STRATEGI MENURUNKAN INDEKS RISIKO INTEGRITAS RISET KAMPUS

Authored by: Halmar Halide

Pada artikel yang bejudul: “Menyambut Research Integrity Risk Index (RIRI) fasa kedua” (Kompasiana, 22 September 2025), saya menyajikan RIRI fasa kedua. RIRI in menyertakan 3 (tiga) buah metrik yakni: metrik Self-Citation institusi hingga tahun 2025, jurnal discontinued/delisted dari database Scopus dan Web of Science (WoS) pada kurun waktu tahun 2023-2024, dan retracted articles juga pada kurun waktu yang sama yakni tahun 2023-2024. Ketiga metrik inilah yang menjadi dasar penyusunan RIRI untuk 2000 institusi terpiloh secara global oleh Prof L. Meho (https://sites.aub.edu.lb/lmeho/ri2/methodology/) dengan 20 institusi diantaranya berasal dari Indonesia. Data RIRI terperinci masing-masing institusi dapat dilihat pada https://sites.aub.edu.lb/lmeho/ri2/.

Pada artikel kali ini, saya ingin memaparkan strategi menurunkan indeks risiko secara global dan nasional melalui tool berbasis pemrograman Matlab dengan bantuan CoPilot AI. Data yang digunakan adalah data RIRI yang dikirimkan oleh prof L. Meho via email.

Untuk kasus global, saya terlebih dahulu menggunakan permodelan Random Forest untuk menentukan klusterisasi 2000 institusi ke dalam 5 buah kelompok yakni: red-flag, high risk, watch list, normal variation dan low-risk. Masing-masing kelompok ini masing-masing diberi warna merah, orange, kuning, hijau dan putih. Model ini mampu memprediksi dengan benar sebesar 98,8% dengan kegagalan 1,2% (ada 24 buah institusi yang salah klasifikasi (misclassified)). Berdasarkan capaian model ini, saya membuat dua skenario yang berbeda yakni ketiga metrik tersebut diturunkan secara uniform sebesar 90% dan 50% dari nilai semula. Hasilnya sesuai dengan harapanku. Indeks risiko dapat diturunkan dengan cara mengurangi persentase jurnal discontinued, retracted article dan self-citation.  Secara terperinci, pergeseran menuju status indeks risiko yang lebih baik tersaji berikut ini untuk dua macam
skenario itu adalah sebagai berikut:

Berdasarkan hal di atas, saya pun memikirkan bagaimana mengupayakan agar 20 kampus di Indonesia itu dapat bergeser menuju status risiko yang lebih baik. Misalnya suatu institusi yang tadinya berstatus red-flag bisa menjadi status mulai dari  high risk, watch list hingga low-risk melalui reduksi ketiga metriknya. Strategi perubahan status ini dibuat dalam bentuk GUI (Graphic User Interface). Hanya dengan hanya mengetikkan ‘indonesia’ ke dalam sistem GUI ini, pengguna dapat melihat status resiko integritas dari 20 kampus di Indonesia saat ini. Setelah itu, pengguna dapat melihat seberapa besar pengurangan persentase untuk masing-masing metrik agar kampus tersebut dapat memperoleh golongan-golongan status yang lebih baik.

Sebagai contoh, institusi A yang sekarang berstatus red-flag (merah). Pada status ini, ia memiliki nilai 17,23 (discontinued journals), nilai 3,08 (retracted articles) dan nilai 27,42 (self-citations). Agar institusi ini bisa berubah status menjadi high-risk, maka ia harus menurunkan discontinued journals-nya sebesar 77,8%, retracted articles-nya sebesar 46,6% dan self-citations-nya sebesar 56,5%.
Contoh lain, institusi B yang saat ini berstatus normal variation (hijau). Ia memiliki nilai 3,55 (discontinued journals), nilai 0,31 (retracted articles) dan nilai 12,72 (self-citations). Agar status institusi B ini bisa berubah menjadi low-risk, maka ia harus berupaya menurunkan discontinued journals-nya sebesar 75,3%, retracted articles-nya sebesar 47,9% dan self-citations-nya sebesar 22,2%. Besar persentase penurunan ketiga metrik ini mengacu pada nilai median untuk masing-masing kluster.

Dengan kehadiran RIRI ini dan pembaruan (update)-nya secara berkala pada situs prof L. Meho di American University of Beirut tiap 6 (enam) bulan, pimpinan sebuah kampus dapat senantiasa memantau dan memperbaiki performa institusinya dalam mengurangi risiko integritas riset.

Artikel ini adalah bagian akhir dari tujuh artikelku terkait RIRI fasa 1 dan fasa 2. Ada 2 tool terkait RIRI yang telah dihasilkan pada laboratorium Hidrometeorologi kami. Pertama, tool “Unhas Jurnal Watch” (UJW) yang dapat digunakan oleh semua institusi yang ingin mengetahui status suatu jurnal. Hanya dengan memasukkan ISSN jurnal tersebut, pengguna dapat mengetahui status jurnal itu apakah ia termasuk: predatory, hijacked/clone, discontinued atau masih terindeks di Scopus. UJW dapat diakses via link: 
https://t.me/Unhas_Journal_Watch_Bot. Kedua, tool “RIRI Improvement” berbasis Matlab yang dicontohkan pada artikel ini. Tool ini digunakan oleh seorang pengguna untuk menentukan berapa besar pengurangan ketiga metrik RIRI yang dibutuhkan agar status risiko integritas akademik sebuah kampus membaik. Tool ini available dengan mengklik link Climate Based Modeling for Decisions Research Group kami: https://trg.unhas.ac.id/climatebmd/ dan https://drive.google.com/drive/folders/1SYTiN3-WaquzoQ-CcM3PcSftOoN7CPOp?usp=sharing


Artikel ini juga telah ditayangkan pada platform Kompasiana: