RESEP AI MENANGKAL PERJOKIAN PADA UJIAN BERSKALA NASIONAL
Tatkala para calon mahasiswa sedang berada dalam periode penyelenggaraan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) tahun 2025, media massa kembali ramai memberitakan tentang sejumlah joki yang tertangkap. Joki tersebut rupanya ada yang menggantikan peserta UTBK pada suatu lokasi ujian. Modus apa yang digunakan si Joki?Saya ingin mencoba kehandalan AI (Artificial Intelligence) dalam hal ini dikenal sebagai Perplexity.AI terkait masalah perjokian Ini melalui sejumlah pertanyaan yakni: 1. Berapa jumlah joki yang tertangkap di Indonesia (initial nama dan lokasi tertangkapnya) yang menggunakan kartu identitas produk AI?; 2. Kalau AI memang mampu memodifikasi foto seseorang, apakah AI bisa juga mampu mengenali foto buatan AI?; 3. Mampukah AI mengumpulkan foto-foto peserta dari orang yang sama?; 4. Andaikan peserta ujian dari seluruh Indonesia sejumlah 1 (satu) juta orang, berapa lama waktu yg dibutuhkan oleh sistem komputer untuk mengumpulkan semua foto-foto yang mirip itu?
Jawaban AI untuk pertanyaan tentang informasi kejadian perjokian pada UTBK 2025 adalah ia menyebutkan sejumlah jumlah, nama dan lokasi kampus terjadinya perjokian lengkap dengan sumber (referensinya). Adapun responsnya tentang kemampuan AI dalam memodifikasi foto adalah bahwa sepanjang pencarian informasi yang dilakukannya, tidak ada informasi eksplisit terkait kemampuan AI mengenali foto yang dimodifikasi atau dibuat oleh AI. Namun secara umum, teknologi AI terkini dapat dilatih untuk mendeteksi gambar yang dihasilkan atau dimanipulasi oleh AI melalui analisis pola-pola pixel, metadata, dan kejanggalan visual tertentu. Tetapi patut dicatat bahwa kemampuan ini masih terus berkembang dan tidak selalu 100% akurat, terutama jika foto hasil modifikasi AI sangat realistis.
Adapun responnya tentang kemampuan mengumpulkan sejumlah foto dari orang yang sama, AI menyatakan bahwa dengan teknologi pengenalan wajah (face recognition) dapat mengumpulkan dan mengelompokkan foto-foto yang mirip atau milik orang yang sama dari berbagai sumber. Sistem ini biasanya menggunakan algoritma pembelajaran mesin (machine learning) untuk mencocokkan fitur wajah unik dan mengidentifikasi individu yang sama walaupun dengan pose atau pencahayaan berbeda. Dengan pemberian data foto peserta yang lengkap, AI dapat membantu mendeteksi kecocokan identitas.




