DeepSeek, AI terbaru dari China, mengejutkan dunia dengan biaya pelatihan hanya USD 6 juta, jauh lebih murah dibandingkan OpenAI yang menghabiskan USD 100 juta. Model ini mendapat sorotan dari majalah Nature dan menarik perhatian ilmuwan karena keterjangkauannya. Namun, DeepSeek juga dikritik karena diduga dilatih menggunakan model pesaing dan menyebarkan berita yang 80% tidak benar.
Saham Nvidia anjlok 51% akibat kehadiran DeepSeek. Sementara itu, Alibaba mengklaim AI-nya lebih unggul, mendorong Presiden Donald Trump menginvestasikan USD 500 miliar untuk mempertahankan dominasi AS di bidang AI. OpenAI merespons dengan meluncurkan ChatGPT Govern AI untuk lembaga pemerintah.
DeepSeek juga diuji dalam analisis spektrogram suara guna membedakan suara manusia dan AI serta dalam mengidentifikasi perubahan pada lukisan prasejarah. AI kini semakin hadir dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diakses dengan biaya rendah.




