Kekuatiran tergantinya peran akademisi oleh AI

Artikel Kompasiana ini membahas kegelisahan akademisi bahwa AI dapat membuat sebagian peran dosen menjadi kurang relevan karena mampu mengotomatisasi tugas-tugas rutin seperti perancangan materi, penilaian, umpan balik, dan analisis pembelajaran. Namun penulis menegaskan ada batas yang tidak bisa digantikan mesin: penilaian pedagogis, penalaran etis, kecerdasan emosional, relasi mentoring, serta pembentukan integritas dan motivasi mahasiswa. Berangkat dari itu, penulis berbagi strategi adaptasi di kelas—mengganti ujian konvensional dengan penugasan penulisan artikel ilmiah yang dinilai hanya jika benar-benar disubmit untuk proses peer review, mengajarkan penggunaan AI secara terbuka, mengizinkan AI untuk pemrograman dan penyuntingan bahasa, tetapi melarang penggunaan AI untuk membuat atau mencantumkan sitasi agar tanggung jawab ilmiah tetap pada manusia. Pendekatan ini dinilai selaras dengan arah reformasi pendidikan tinggi: mendorong literasi AI, transparansi, asesmen autentik, dan pengawasan manusia, sehingga AI bukan menghapus peran dosen, melainkan menaikkan standar dan menuntut dosen menjadi mentor serta penjaga nilai akademik yang lebih kuat

Â